Kamis, 28 Maret 2013

Sejarah Desa Rejosari Barat

SEJARAH SINGKAT DESA REJOSARI
Sebelum tahun 1930 Desa Rejosari terdiri dari 7 pedukuhan yaitu dukuh gedongan dukuh karang yasa dukuh gondosuli dukuh limbangan dukuh pejaten dukuh kebon petung dan dukuh miluwung, yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa bapak PROYO SENTONO
Pada tahun 1930 dukuh Brangsong, dukuh silarum dan dukuh pekuncen menjadi Desa sendiri dikarenakan tidak mampu untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri pada tahun 1940 bergabung dengan Desa Rejosari yang dipimpin oleh seorang Kepala desa yaitu Bapak Proyo Sentono sampai dengan tahun 1960
Dari tahun 1960 sampai dengan tahun 1985 Desa Rejosari dipimpin oleh seorang Kepala Desa yaitu Bapak Wahyomo beliau menjabat Kepala Desa selama 25 tahun
dari tahun 1985 sampai dengan tahun 1986 Desa Rejosari dipimpin oleh seorang PJS dari Kecamatan Tersono yaitu Bapak Joepri
dari tahun 1986 sampai dengan tahun 1994 Desa Rejosari dipimpin oleh seorang Kepala desa yaitu Bapak Hely Ichwan dari hasil pemilahan Kepala Desa yang demokratis memimpin selama kurun waktu 8 tahun
Dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2002 Desa Rejosari dipimpin oleh seorang Kepala Desa yaitu Bapak Poernomo dari hasil pemilihan yang demokratis memimpin selama 8 tahun
Dari bulan februari sampai dengan bulan agustus Desa Rejosari dipimpin oleh seorang PJS Kepala Desa Bapak Targiyono beliau merupakan Kasi Pemerintahan di Desa Rejosari
Dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2003 Desa Rejosari dipimpin oleh seorang Kepala Desa yaitu bapak Sudomo, kemudian di era reformasi Desa Rejosari mengadakan pemekaran desa dengan pembagian wilayah meliputi :
1. Dukuh Brangsong, Dukuh Silarum ( sekarang menjadi dukuh Bangunsari ) dan dukuh Pekuncen menjadi       Desa Rejosari Timur
2. Dukuh Gedongan, dukuh Karang yasa dan dukuh Gondosuli menjadi satu Dusun yaitu Dusun Gedongan untuk selanjutnya bersama Dukuh Limbangan, Dukuh Pejaten , Dukuh Kebon Petung dan Dukuh Miluwung menjadi Desa Rejosari Barat yang masih dipimpin oleh seorang Kepala desa yaitu Bapak sudomo
Dari tahun 2008 sampai sekarang Desa Rejosari Barat dipimpin oleh seorang Kepala Desa yaitu bapak Setiarso A.Ma
Desa Rejosari Barat merupakan daerah agraris dimana mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani dengan luas wilayah 221,214 Ha dan jumlah penduduk 2833 jiwa.

Karang Taruna


Pengertian Karang Taruna

Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda(remaja) yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Rumusan tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.   Karang Taruna adalah suatu organisasi sosial, perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS).
2.  Sebagai wadah pengembangan generasi muda, Karang Taruna merupakan tempat diselenggarakannya berbagai upaya atau kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, karsa, dan karya generasi muda dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM).
3. Karang Taruna tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya. Kesadaran dan tanggung jawab sosial tersebut merupakan modal dasar tumbuh dan berkembangnya Karang Taruna.
4.   Karang Taruna tumbuh dan berkembang dari generasi muda, diurus atau dikelola oleh generasi muda dan untuk kepentingan generasi muda dan masyarakat di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat. Karenanya setiap desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dapat menumbuhkan dan mengembangkan Karang Tarunanya sendiri.
5.  Gerakannya di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial berarti bahwa semua upaya program dan kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna ditujukan guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasi mudanya.
kepala desa rejosari barat